PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MADRASAH BERBASIS SEKOLAH
REVIEW JURNAL
PERAN
KOMITE SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS
SEKOLAH
DI
SD ISLAM TERPADU BUAH HATI KABUPATEN
PEMALANG
DALAM
JURNAL MANAGEMEN PENDIDIKAN VOL 5 NO 1 APRIL 2016
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas akhir matakuliah
Administrasi dan Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu
Dr. Mukhibat, M.Ag.
Reviewer
Elliya
Mallayshiya
Nim: 210317412
KELAS
PAI M
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
1.
Judul:
PERAN KOMITE
SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
DI SD ISLAM TERPADU BUAH HATI KABUPATEN
PEMALANG
Penulis:
Amarin, Sunandar, Noor Miyono
Analisis: Judul sudah ditulis dengan jelas, sehingga pembaca mampu
mengetahui apa yang akan dibahas penulis dalam artikel.
2.
Abstrak
Di bagian abstrak sudah dijelaskan secara singkat mengenai tujuan
dan hasil penelitian penulis. Menurut reviewer, hal ini akan memudahkan pembaca
untuk mengetahui isi pembahasan tanpa mengacu pada jurnal. Di bagian abstrak
ini, penulis sudah menuliskan poin-poin
pentingnya. Tetapi pada bagaian kata kunci hanya terdapat dua kata kunci yaitu,
Madrasah Berbasis Sekolah dan Sekolah Dasar. Menurut reviewer perlu ditambah
satu kata kunci lagi yaitu Komite Sekolah, sebab Komite Sekolah merupakan inti
pembahasan dalam artikel ini.
3.
Pendahuluan
a.
Di
bagian pendahulan, yang pertama kali dibahas oleh penulis adalah megenai peran
masyarakat Peran Komite Sekolah Dalam Madrasah Berbasis Sekolahdalam pendidikan. Di mana untuk meningkatkan peran serta dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan, diperlukan wadah yang dapat
mengakomodir pandangan aspirasi dan menggali potensi masyarakat untuk menjamin
demokratisasi, transparansi dan akuntabilitas. Salah satu wadah tersebut adalah
Komite Sekolah yang berada di tingkat satuan pendidikan. Dalam pendahuluan juga
dijelaskan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga yang mandiri. Selain itu juga
dijelaskan tentang apa itu MBS, yanga mana dapat disimpulkan bahwa MBS merupakan
otonomi sekolah dalam mengelola semua kegiatan kependidikan dengan melibatkan
semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan mutu dengan tetap pada kerangka
pendidikan nasional. Di bagian pendahuluan ini juga disinggung sedikit mengenai
tugas dan fungsi Komite Sekolah dalam pelaksanaan MBS. Menurut reviewer
pemaparan penulis mengenai teori pembahasan sudah baik.
b.
Di
bagian pendahuluan tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai alasan yang
melatarbelakangi penulis melakukan penelitian. Akan tetapi, reviewer menemukan
bahwa latar belakang penulis melakukan penelitian adalah karena kegelisahan
penulis terhadap peran Komite Sekolah dalam mencapai keberhasilan sekolah.
Adapun yang dijadikan objek penelitian penulis adalah SD Islam Terpadu Buah
Hati Kabupaten Pemalang.
c.
Fokus
penelitian penulis adalah bagaimana peran Komite Sekolah dalam penyelenggaraan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Islam Terpadu (SD IT) Buah Hati Kabupaten
Pemalang. Dari sini kita bisa tahu bahwa penulis akan menguraikan bagaimana
peran komite dalam pelaksanaan MBS.
d.
Tujuan
penelitian dari artikel ini tidak diuraikan dengan jelas di bagian pendahuluan.
Tetapi dijelaskan pada bagaian abtstrak, yaitu untuk
memperoleh gambaran umum tentang peran Komite Sekolah dalam pelaksanaan
Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Buah Hati Kabupaten Pemalang.
4.
Metode
Dalam artikel ini penulis juga menyertakan metode yang digunakan, sehingga
memudahkan pembaca untuk mengetahui bagaimana penulis mengumpulkan data,
mengolah, dan menyajikannya. Menurut reviewer hal ini akan membuat data yang
disajikan lebih akurat dan dapat dipercaya. Adapun pendekatan yang digunakan
penulis adalah pendekatan penilaian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian
yang digunakan adalah studi kasus yang terjadi di SD Islam Terpadu Buah Hati
Pemalang sebagai lokasi penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan
data meliputi observasi, wawancara dan kajian dokumen.
5.
Hasil dan Pembahasan
Pembahasan tidak ditulis berdasarkan sub-sub tertentu, tetapi
langsung satu sub bahasan. Hal ini membuat pembaca bingung untuk menemukan
jawaban dari pokok permasalahan penulis. Di bagian pembahasan inio, dapat
disimpulkan bahwa titik pokok pembahasannya adalah peran Komite Sekolah, yaitu:
a.
Komite
Sekolah sebagai Advisory Agency
Yaitu Komite Sekolah sebagai badan
pertimbangan yang ditunjukan dengan: 1) keterlibatan penyusunan program sekolah
dan memberikan pertimbangan strategi sekolah, 2) keterlibatan dalam rencana
pengembangan sekolah pembelian tanah melalui pendirian SD-IT dan SMP-IT Buah
Hati, 3) memberikan pertimbangan pada penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan
Belanja Sekolah (RAPBS) sekaligus sebagai verifikator dalam program kerja
sekolah. Adapun dalam buku Manajeman Berbasis Sekolah karya Dr. Mukhibat, peran
Komite Sekolah sebagai Advisory Agency dijelaskan lebih ringkas dan
jelas yaitu: perencanaan program sekolah, pelaksanaan program, pengelolaan
sumber daya dan evaluasi.
b.
Komite
Sekolah sebagai Supporting Agency
Yaitu Komite Sekolah sebagai badan
pendukung, baik dukungan materil maupun pemikiran, yang ditunjukan dengan: 1)
dukungan pendanaan melalui Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) untuk
pengembangan pembangunan sarana prasarana sekolah, Sumbangan Operasional
Sekolah (SOP) untuk kegiatan operasional, sumbangan infak sekolah, 2) dukungan
pemikiran pengembangan mutu sekolah, yakni dukungan pada pengadaan guru yang
sesuai dengan kompetensi guru dan dukungan pada program intrakurikuler sekolah
dan ekstrakurikuler sekolah.
c.
Komite
Sekolah sebagai Controling
Komite Sekolah sebagai pengontrol
atau pengawas dalam pendidikan antara lain kontrol terhadap pelaksanaan
program, kontrol keuangan, dan kontrol sarana prasarana. Menurut reviewer ada
satu kontrol yang belum disebutkan yaitu kontrol terhadap proses pengambilan
keputusan dan perencanaan pendidikan di sekolah, termasuk kualitas kebijakan pendidikan di sekolah. Hal ini
dijelaskan dalam buku Manajemen Berbasis Sekolah karya Dr. Mukhibat.
d.
Komite
Sekolah sebagai Mediator
Yaitu peran Komite Sekolah sebagai
mediator antara sekolah dengan masyarakat, dan antara sekolah dengan dinas
pendidikan, terutama dalam hal pendanaan.
6.
Simpulan dan Saran
Simpulan sudah baik karena ditulis dengan jelas dan ringkas.
Simpulan sudah memuat isi pembahasan, mencakup empat peran Komite Sekolah dalam
pelaksanaan MBS. Dalam artikel ini juga disertakan saran yang dapat dijadikan
bahan perbaikan dalam pelaksanaan peran-peran Komite Sekolah, khusunya di SD
Islam Terpadu Buah Hati Kabupaten Pemalang.
7.
Daftar Pustaka
Dalam artikel ini juga ditulis
daftar pustaka sebagai daftar buku yang digunakan penulis sebagai bahan
rujukan. Sehingga pembaca bisa mencari atau membuktikan kebenaran penulis
melalui daftar pustaka.

Komentar
Posting Komentar